Mojosari – MA NU Mojosari terus mendorong tumbuhnya budaya literasi di lingkungan madrasah. Salah satu program yang secara konsisten dijalankan adalah penerbitan buku antologi karya siswa setiap tahun sebagai ruang bagi siswa untuk menuangkan kreativitas melalui tulisan.
Program tersebut menjadi wadah bagi siswa dari berbagai kelas untuk menghasilkan karya cerpen maupun puisi. Menariknya, karya yang dibukukan tidak hanya milik para pemenang lomba. Setiap karya siswa yang terkumpul memiliki kesempatan untuk menjadi bagian dari buku antologi bersama.
Hingga saat ini, MA NU Mojosari telah berhasil menerbitkan enam buku antologi yang berisi karya cerpen maupun puisi siswa. Buku-buku tersebut berjudul Anak Pertama, Negeri Nan Permai, Ayat Terakhir untuk Umi Jilid 1 dan 2, serta Tanda yang Dipilih Jilid 1 dan 2.
Lahirnya keenam buku tersebut menjadi salah satu bukti bahwa siswa memiliki potensi dan minat dalam bidang literasi ketika diberikan ruang untuk berkarya.
Guru penggagas program, Siti Nur Laila, mengatakan bahwa program tersebut berawal dari keprihatinannya terhadap terbatasnya wadah bagi siswa untuk menyalurkan kemampuan menulis, di tengah semakin kuatnya pengaruh media sosial terhadap kebiasaan membaca dan aktivitas siswa.
“Banyak siswa yang sebenarnya berbakat di bidang membaca dan menulis, namun belum memiliki wadah untuk berkarya. Menumbuhkan minat membaca dan menulis adalah tantangan di era sekarang, agar siswa tidak hanya terpaku pada layar ponsel,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan buku antologi diharapkan dapat menjadi pemantik bagi siswa yang sebelumnya belum tertarik membaca maupun menulis. Ketika melihat karya teman sendiri tercetak menjadi sebuah buku, siswa diharapkan terdorong untuk ikut membaca, kemudian mencoba menghasilkan karya mereka sendiri.
Buku-buku yang telah diterbitkan juga tidak hanya disimpan sebagai koleksi pribadi siswa. Karya tersebut akan dipajang dan dimanfaatkan sebagai bahan bacaan di perpustakaan madrasah serta perpustakaan daerah, sehingga dapat menjangkau pembaca yang lebih luas.
“Jadi tidak hanya siswa MA NU Mojosari yang membaca, tapi juga masyarakat luas di Kabupaten Nganjuk,” tambahnya.
Program penerbitan antologi ini dirancang secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya MA NU Mojosari dalam membangun generasi yang melek literasi, kreatif, dan berani berkarya.
Lebih dari sekadar menghasilkan sebuah buku, setiap antologi menjadi rekam jejak perjalanan siswa selama menempuh pendidikan di madrasah. Di dalamnya terdapat ide, cerita, imajinasi, dan pengalaman yang suatu saat dapat menjadi kenangan sekaligus bukti bahwa mereka pernah berkarya.
Melalui program tersebut, MA NU Mojosari berharap budaya membaca dan menulis tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi tumbuh menjadi kebiasaan yang terus berkembang dan mampu membawa nama madrasah melalui karya-karya siswa.
